Inilah Shy Rooftop, Tempat Nikita Mirzani Terlibat Kasus

VIVAlife – Shy Rooftop, Kemang, Jakarta Selatan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Tempat itu menjadi lokasi dugaan pemukulan yang dilakukan artis Nikita Mirzani, pada September lalu. Nikita dilaporkan ke polisi karena diduga memukul dua pengunjung wanita bernama Olivia Maesandy dan Beverly Sali Sandy.

Sebenarnya, seperti apa Shy Rooftop itu yang pengunjungnya rata-rata adalah kalangan elite Jakarta. Bukan hanya warga lokal, tapi juga ekspatriat. Namanya ramai dibicarakan setelah kasus pembunuhan Raafi, siswa SMA Pangudi Luhur. Terakhir, karena kasus dugaan penganiayaan oleh artis Nikita Mirzani.

Shy Rooftop sendiri adalah sebuah kafe dan lounge dengan konsep alfresco. Letaknya di lantai 5 The Papilion di Kemang. Tempat gaul anak muda Jakarta ini memang sengaja didesain elegan. Karena terletak di puncak gedung, dibuatlah sebuah bangunan dengan langit-langit berbentuk atap tenda.

Jika tak ingin terkungkung, pengunjung bisa memilih duduk di luar sembari menikmati angin malam selatan Jakarta. Suasananya agak redup dengan alunan musik yang dimainkan secara live dengan kontrol suara yang pas, tak pekak di telinga maupun terlalu lembut.

Pada Kamis malam, 19 Oktober 2012, VIVAlife mendatangi tempat itu. Setelah masuk gedung, pengunjung harus naik lift menuju lantai empat dan naik satu lantai lagi menggunakan tangga untuk mencapai Shy Rooftop.

Pemeriksaan barang bawaan pengunjung memang dilakukan secara berlapis. Mulai dari pintu masuk lift di lantai satu dan saat masuk kafe Shy Rooftop. Sejumlah petugas keamanan ditempatkan pada dua titik pemeriksaan tadi.

Shy Rooftop mulai beroperasi sejak pukul 19.00 hingga 03.00 WIB. Namun, pengunjung baru mulai ramai setelah pukul 22.00 WIB. Rata-rata berusia 20 tahun. Selain yang datang berpasangan, tak sedikit yang datang berombongan.

Setiap hari, tempat itu memang selalu penuh pengunjung. Bila datang dalam jumlah banyak, sebaiknya reservasi tempat terlebih dahulu. Atau, Anda harus rela berdiri.

Tempat duduk pengunjung tampak berjajar rapi. Di bagian depan ada tempat home band, meja disc jockey, dan tempat bartender. Tempat itu tidak terlihat sempit meski tidak terlalu besar. Pengunjung juga bisa memesan lagu yang dibawakan oleh home band. Suasana akan semakin hangat ketika DJ mulai beraksi setelah pukul 00.00 WIB.

Seperti jamaknya lounge, berbagai minuman mulai dari minuman ringan hingga minuman beralkohol tersedia di sini. Pada malam tertentu, pengelola tempat akan memberikan pelayanan beli satu gratis satu untuk minuman yang dipromosikan. Buat pengunjung, cocktail favorit adalah Lychee Martini dan Cosmopolitan. Sedangkan untuk teman ngemil, bisa memilih aneka tapas alias finger food gaya Spanyol.

Menurut salah satu pelayan kafe, meski pengunjung ramai pada hari-hari biasa, tempat ini malah tidak buka pada akhir pekan.

“Kalau weekend tidak buka, biasanya kalau hari Selasa banyak yang datang dan ramai sekali. Tidak banyak artis yang datang, tapi banyak juga turis yang datang,” kata pelayan yang tak mau disebutkan namanya.

Sumber : life.viva.co.id

Advertisements